dn

Jumat, 11 September 2009

KESENIAN SUNDA


Kesenian
Pada awal abad ke-16 orang Sunda sudah
mengenal aneka jenis kesenian, Berdasarkan 
hasil inventarisasi Laboratorium Kesenian
Proyek Penunjang Peningkatan Kebudayaan
Nasional Propinsi Jawa Barat tahun 1976 dan 1981; 
bahwa dalam masyarakat Sunda masih 
dijumpai 243 jenis seni pertunjukkan tergolong
tradisional yang terdiri atas 18 rumpun kesenian,
yaitu angklung, beladiri, celempungan, debus, 
gamelan, helaran, ibing, ketuk tilu, kacapian, 
macakal, mawalan, ngotrek, pantun, sandiwara,
terbangan, topeng, sekar dan wayang 
(Enoch Atmadibrata dan kawan kawan, 1981).


Semua jenis kesenian tradisional tersebut 
dapat diklasifikasikan atas seni suara (vokal, 
instrumental), seni gerak dan seni teater.
Semua jenis kesenian tersebut masih dikenal

hingga sekarang, hanya materinya sudah 
berlainan, karena banyak materi dari zaman itu 
sudah punah dan muncul materi produk baru. 
Terjadinya hal demikian, antara lain karena 
fungsi seni mengalami perubahan.











Seni Rupa
Seni rupa merupakan bidang seni yang paling 
menonjol karena sifatnya menyeluruh dan 
umum sekali, termasuk ke dalam seni rupa 
adalah :
 
1. Arsitektur.
Arsitektur tradisional Sunda menghasilkan 

bangunan yang banyak dibuat dari kayu.
Ada 4 jenis bangunan yang memperlihatkan
arsitektur tradisional Sunda yaitu 
bangunan-bangunan :
a. tempat tinggal;
b. tempat ibadah (mesjid).
c. tempat musyawarah (balai desa, 

pendopo kabupaten);
d. tempat menyimpan beras ( lumbung).
Dilihat dari bentuk atapnya, ada beberapa 

macam bentuk bangunan rumah tradisional 
Sunda, yaitu limasan, suhunan jolopong, dan
julang ngapak. Kolong (panggung) merupakan
ciri bangunan tradisional Sunda.

                                               
Seni Ukir 
Seni ukir meninggalkan
jejak pada bangunan,
terutama keraton di 
Cirebon dan peralatan 
rumah tangga, seperti 
meja, kursi, hiasan 
dinding.

Ragam hias yang 

menjadi objek seni
ukir umumnya berupa 
flora dan fauna, alam
dan kaligrafi. Selain itu, 
wayang merupakan hasil
karya ukir, baik wayang
golek maupun wayang 
kulit.

3. Seni Lukis
Seni lukis Sunda antara lain terwujud

dalam lukisan batik, lukis payung, 
lukis keramik/gerabah dan lukisan
kaca yang mempunyai ciri mandiri.
Seni lukis batik yang menonjol dan 

hidup terus hingga kini berada di 
Garut, Tasikmalaya, Cirebon, dan 
Indramayu, lukisan batiknya
memiliki kekhasan masing-masing.
Adapun lukisan kaca berkembang di daerah  

Cirebon hingga dewasa ini., objek lukisan 
umumnya berupa wayang, dan kaligrafi.
Seni Tari
Ada beberapa jenis 
tari yang perwujudan
nya dipengaruhi oleh 
perkembangan zaman
dan lokasi tempat 
hidupnya sehingga ada
tari klasik, tari keurseus
dan tari kreasi.
1. Tari Klasik
Yang termasuk
ke dalam 
Tari Klasik adalah
tari Lenyepan, 
tari Ponggawa, 
tari Gawil tarian tersebut 
termasuk ke dalam tarian Tayuban.
Tari klasik pada mulanya diselenggarakan oleh 
para bangsawan/menak pada acara hiburan, 
diiringi gamelan, pesinden dan ronggeng.
Tarian ini hanya dibawakan oleh pria yang 
menggambarkan sikap jantan, luwes, tertib
serta sopan sebagaimana para menak.

2. Tari Keurseus
Termasuk ke dalam Tari Keurseus adalah tari 

Kandagan, Topeng, Sekar Putri, Anjasmara, 
Ratu Graeni, Merak, Kupu-kupu, Satria, 
Ponggawa, Sulintang dan Srigati.
 
3. Tari Kreasi
Termasuk ke dalam tari kreasi diataranya 

berbagai tari Jaipongan, Ibing Dalung, 
Ronggeng Midang, Saktya Prahita, Paswa, 
Nyimas Gandasari dan tari-tari kreasi lainnya. 

Seni Suara
Seni suara dibedakan menjadi dua yaitu :

seni suara vokal dan seni suara instrumental.

1. Seni suara vokal.

Yang termasuk seni suara vokal adalah :
a. Tembang atau mamaos yang dinyanyikan

oleh penembang dalam iringan musik kecapi 
suling, cianjuran dan celempungan;
b. Sinden yang dinyanyikan oleh pesinden 

dalam iringan musik kiliningan laras salendro 
dan pelog, laras degung, wayang golek, 
calung dan reog;
c. Sekar yang dinyanyikan oleh juru sekar, 

baik dalam anggana sekar (solo/sendirian)
maupun rampak sekar (kelompok/group) 
dalam iringan musik laras degung;
d. Lagu-lagu pop dalam iringan musik, 

baik dalam pentatonis maupun diatonis

Seni Suara 
Instrumental.
Seni suara instrumen 
dalam seni Sunda 
disebut tatabeuhan 
(bunyi-bunyian),
sedangkan gabungan 
bermacam-macam instrumen 
dalam satu unit tertentu yang membentuk
ansambel disebut gamelan, contoh gamelan 
adalah ajeng, degung, goong renteng dan 
gamelan pelog/salendro.
Alat-alat bunyi tersebut semuanya untuk

mengiringi lagu-lagu yang bernada pentatonis 
dan diatonis. 

Nama alat-alat musik tradisional tersebut 

di antaranya bonang, saron, rebab, gambang,
panerus, jenglong, goong, kendang, suling, 
kacapi, kecrek, calung, angklung, dogdog 
dan lain-lain.

Bahan yang dipergunakan ada yang terbuat 

dari logam, perunggu, bambu, kulit, kayu 
dan sebagainya.
Seni olah instrumen gamelan disebut juga 

karawitan. Seni karawitan dapat melatih 
kepekaan perasaan, mempertajam pendengaran
adn memperhalus budi pekerti. Dalam 
kesenian karawitan sebagai pengiring dalam 
seni pedalangan, pengiring tarian, ilustrasi 
drama, sandiwara, film dan lain-lain.
Seni Sastera
Seni sastera ialah karya seni yang
menggunakan kata-kata atau bahasa
Seni Teater
Seni teater yang di 
dalamnya terpadu 
beberapa macam seni, 
seperti seni vokal, 
musik, tari, sastra, 
lukis, rias, ukir. 

Beberapa jenis seni 

teater dimaksud adalah :
Ronggeng Gunung di Ciamis;
Ubrug, topeng dan longser di Bandung;
Bangreng di Sumedang;
Banyet di Karawang.
Doger kontrak di Subang;


Selain itu masih terdapat jenis seni teater lainnya

antara lain Sendra Tari, Gending Karesmen dan
Sandiwara; bahkan sekarang seni teater ini sudah
dikombinasikan/kolaborasikan dengan seni 
pertunjukan modern yang antara lain 
dikemas dalam bentuk opera.
Seni Wayang
Seni wayang merupakan 
jenis seni yang paling 
populer pada masyarakat
Jawa Barat terutama 
dalam bentuk wayang 
golek; selain wayang 
golek masih terdapat 
seni lainnya yaitu wayang
kulit, wayang cepak,
wayang beber dan 
wayang orang.
Seni wayang dipergelarkan

sejak abad ke 10. Pada jaman 
tersebut digubah oleh Empu 
Kanwa dengan judul Arjuna Wiwaha 
dengan yang berdasar pada
babad Mahabarata.

Dalam Prasati Batu Tulis tahun 1533 

disebutkan Panca Pandawa yang berarti
keluarga Pandawa lima.
Ada juga yang mengatakan bahwa wayang 
berasal dari daerah Kuningan, yaitu dengan
adanya Prasasti Parahyangan pada abad ke 16.
Ceritera wayang sendiri mengambil dari 

eritera Ramayana dan Mahabarata
Ramayana :
Menceriterakan percintaan antaran Rama dan

Shinta dimana walaupun Shinta sempat diculik
oleh Rahwana namun karena kesetiaannya 
kepada Rama Shinta masih mempertahankan 
kehormatannya.

Mahabarata :
Menceriterakan problema dua keluarga Negara 

Amarta dan Astina yang merupakan satu 
turunan/leluhur. Tergambar pula peperangan
antara kebaikan dan kebatilan yang diwakili 
oleh fihak Amarta disebut juga Pandawa dan
fihak Astina disebut Kurawa.
Wayang golek mempunyai kekhasan sendiri. 

Setiap wujud atau bentuk wayang itu sendiri
menggambarkan karakter yang tercermin 
dari seni ukir/pahat, warna, maupun pakaian 
yang dikenakannya.
Ada semacam ketentuan yang disebut pakem

dimana pergelaran wayang golek tidak boleh 
pada ketentuan tersebut.
Pergelaran sendiri dibawakan oleh seorang 

Dalang. Namun kini ada juga permainan 
wayang golek yang dimainkan oleh beberapa d
alang yang disebut wayang golek moderen 
dengan berbagai teknik efek suara, dan teknik 
panggung dan terciptalah suatu pergelaran yang
menarik dimana penonton berimajinasi kepada 
suatu pergelaran yang sesungguhnya.

Pergelaran diiringi oleh gamelan yang berlaraskan

salendro yang juga sebagai selingan 
nyanyian pesinden.
Wujud wayang golek sendiri merupakan suatu

karya yang mempunyai bobot tersendiri, mulai 
dari awal seperti menatah, dilanjutkan dengan 
mengukir dan melukis serta mendandani
mempunyai citra tersendiri bagi hasil karya seni.

Keunikan lain dari pergelaran wayang golek 

adalah dapat dinikmati dalam ruang 3 dimensi,
kemahiran dalang memainkan wayang
merupakan tontonan yang menakjubkan, 
warna, logat jenis suara dalang yang selalu 
berganti sesuai dengan suara wayang yang 
sedang dimainkannya dapat menyampaikan 
pesan dan kesan untuk berbagai keperluan.
Dalang lahir bukan saja karena mempelajari

seni ini tetapi biasanya ditentukan 
oleh faktor bakat yang besar.

Quiz 4.
1. Buat pendapat , apa yang menarik 
dari artikel tersebut ! 

1 komentar:

  1. menurut saya penjelasan dari artikel ini semuanya menarik karena disini penjelaskannya semua tantang seni yang saya belum banyak ketehui, dan yg lebih menarik lagi menurut saya adalah seni wayang karena disini di jelaskan tentang asal muasal kesenian wayang yg belum sama ekali saya ketahui. dengan membaca artikel ini saya jadi tau bahwa kesenian sunda itu banyak sekali.

    nama:Dini Martini
    kelas: X AK_2

    BalasHapus