dn

Selasa, 11 Agustus 2015

Toktak karya Melin Pahinda 2015



 " Toktak ”


    Budaya merupakan sesuatu yang menjadi suatu

kebiasaan di lingkungan sekitar . Contoh di tarogong

kolot budaya yang biasa di lakukan yaitu permainan

olahraga "Toktak" . Sebagian orang mengenal permainan ini .



    Permainan ini sejenis olah raga badminton namun

toktak ini di lakukan di tempat terbuka dan alat

permainan menggunakan papan dari kayu yang dilapisi

almunium . Beda hal nya dengan badminton, permainan

badminton di lakukan di tempat tertutup dan alat mainnya

dari raket namun kesamaan nya yaitu mengejar poin

dengan men smash kok kepada arah lawan dan

di mainkan boleh single( satu lawan satu) atau pun

 berpasanagan ( dua lawan 2 ) . Di Tarogong kolot

 permainan ini biasa di lakukan oleh ibu-ibu,bapak-bapak

bahkan smpe pemuda pemudi .



    Di daerah Tarogong setiap akhir bulan diadakan

 lomba permainan olahraga toktak dan siapa yang

menang akan di berikan hadiah . Hadiah tersebut

berasal dari sumbangan warga RT di daerah taragong .



    Banyak orang yang penasaran ingin mencoba olahraga

toktak ini . Kalo ingin mencoba olahraga ini bisa

datang ke Jl. Adung Kp.Tarogong Kolot Rt 02 Rw 02 .

Di daerah tarogong pasti tau lapang toktak abah nandang . ��

































  ( Sumber )�� Dari: mpahinda98@gmail.com

Tanggal: 11 Agt 2015 18:55

Subjek: Contoh budaya di Tarogong Kolot



Karya  : Melin Pahinda  Kelas : 12 AP 1

Quiz I / 2015
Khusus Kelas XII AP,AK,MM dan TKJ 
Nilai Comen 3 sd. 4

 
@ Bagaimana pendapatmu tentang karya tulis 
     Melin Pahinda  diatas !

Rabu, 29 Juli 2015

sbk tahun ajaran 2015-2016 khusus kls XII SMKN1 grt semua keahlian

Kolase
Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan,
seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan
pada permukaan gambar.[1] Kolase merupakan karya seni rupa dua
dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan.[1] Selama
 bahan tersebut dapat dipadukan dengan bahan dasar, akan menjadi
karya seni kolase yang dapat mewakili persaan estetis orang yang
 membuatnya.[1]

Seni kolase berlawanan sifatnya dengan seni lukis, pahat atau cetak
dimana karya yang dihasilkan tidak lagi memperlihatkan bentuk asal
 material yang dipakai.[2] Pada seni lukis, misalnya, dari kanvas putih
 menjadi lukisan yang berwarna-warni.[2] Dalam seni kolase bentuk
asli dari material yang digunakan harus tetap terlihat.[2] Jadi kalau
 menggunakan kerang-kerangan atau potongan-potongan foto,
material tersebut harus masih dapat dikenali bentuk aslinya walau
 sudah dirakit menjadi satu kesatuan.[2]

Dalam sejarahnya, seni kolase berkembang pesat di VeniceItalia,
 kirakira pada abad 17.[2] Selanjutnya seni ini kian berkembang di Perancis
InggrisJerman, dan kota-kota lain di Eropa.[2] Kolase menjadi media
 yang digemari kalangan seniman karna unik dan menuntut kreativitas
 tinggi.[2] Pelukis Pablo PicassoGeorges Braque dan Max Ernst 
terkenal dengan karya lukis memakai teknik kolase kertas, kain dan
 berbagai objek lainnya.[2] Henri Mattise adalah salah satu seniman
yang beralih kepada seni kolase ketika jari-jari tangannya terserang
 arthritis sehingga tak mampu melukis lagi.[2(Wikipedia bahasa Indonesia])


Contoh : Bahan alam/daun bunga












Contoh : Bahan alam/pelapah batang pisang 




















Contoh : Bahan industri/kertas bekas





















Gimana menarik ?

Jumat, 06 Maret 2015

Rabu, 25 Februari 2015

Tugas 1/Semester 1 2014-2015 
Praktik Membuat benda Hias Khas Daerah Sendiri
R a k i t
Karya : Farmasi IV
             KETUA : AFIF AL’ARIFIN
                 ANGGOTA KELOMPOK :  
                 ADI WIGASMANA
                 GINA SUPRIANI
                 IIN JANUNI
                 SANI MULYANI

Analisis :
            Saat akan membuat sebuah rakit ,kami
 melakukan riset dengan mengunjungi daerah 
wisata  situ bagendit,pada hari minggu tanggal 22 
februari 2015 .disana kelompok kami bertemu 
dengan bu ‘ai nurlela ,dia sudah 6 tahun berada 
di bagendit sebagai pembuka warung
 kecil-kecilan apung.Setelah kami berbincang 
dengan beliau, kami menemukan beberapa 
referensi, bahwa ukuran rakit itu berbeda-beda .
ada yang berukuran 19 m ke 2.5 m dan ada juga 
rakit yang berukuran 12 m ke 2 m sesuaai dengan 
panjang bambu yang akan dibuat raki-rakit 
tersebut memiliki 2 versi Pertama versi lama ,rakit
 untuk mengangkut 8 orang penumpang,dan versi 
yang terbaru dapat menampung sebanyak 
12 orang penumpang.bambu tsb terbuat dari
 bambu gombong karena bambu tsb sangat kuat,
selain kuat juga dapat ruang yang sangat besar,
sehingga dapat menampung 12 orang penumpang.


















Tujuan : supaya kita sebagai siswa bisa membuat 
sebuah kerajinan yang terbuat lidi dan memiliki
 pengetahuan tentang sejarah rakit

Bahan : Lem korea ( Sebagai perekat )
Lidi ( bahan dasar )
Benang sol ( untuk menyatukan satu lidi dengan 
lidi lainnya )
Alat :   Gunting ( untuk memotong lidi jika 
berlebihan ) Penggaris ( untuk mengukur panjang lidi 

Langkah kerja :


1.      1. Persiapkan alat dan bahan 












               2. Mengukukur bahan sesuai kebutuhan yaitu  24cm 
            sebanyak 25 batang lidi 












3. Buatlah dinding dengan awalan berbentuk segilima,












4. Membuat kontruksi bangunan/Saung








5. Membuat atap, jajarkan ujung lidi dengan panjang 5 cm 
    dengan membentuk sebuah atap 




















6. Memasang kontruksi bangunan/saung pada dasar  rakit 
    lalu beri lem dan juga tempel atap dengan dindig
    lainnya agar membentuk sebuah saung 

   Inilah Karya Kelompok Kami  

















" Judul : Rakit yang berlayar di sungai amazon "